Gambar Kerja/ Alur Kerja Pembuatan Prototype Produk
- Get link
- X
- Other Apps
Gambar Kerja/ Alur Kerja Pembuatan Prototipe Produk
Sebuah produk akan sulit
dijelaskan kepada orang lain dengan kata-kata. Untuk mempermudah, maka gambar
dapat digunakan sebagai alat untuk maksud tersebut. Oleh karena itu, gambar
sering juga disebut sebagai bahasa teknik.
Menurut Suratman, gambar kerja adalah suatu teknik penggambaran yang
digunakan untuk menjelaskan secara gambalang persyaratan item yang direkayasa,
aktivitas menggambar mesin menghasilkan dokumen gambar yang berfungsi sebagai
bahasa atau media untuk menyampaikan ide, gagasan, atau informasi dari para
insinyur yang mendesain suatu produk kepada para pekerja yang akan membuatnya.
Adapun menurut Sujiyanto, gambar
kerja adalah
komunikasi utama antara si
pembuat gambar atau ide dengan si pelaksana dilapangan, dan gambar harus
dipahami oleh kedua belah pihak. Menurut Ir.
Ohan Juhana, gambar teknik adalah gambar yang menitik beratkan pada
penyampaian maksud dari pembuat gambar secara objektif, gambar jenis ini
menggunakan simbol-simbol yang dapat diterima secara internasional. Simbol tersebut sudah dirangkum dalam sebuah standar
yang dapat diterima di seluruh dunia, yaitu standar ISO. Selain itu ada juga
standar lain yang dikeluarkan oleh suatu negara. Berdasarkan teori-teori di
atas dapat disimpulkan gambar kerja adalah suatu basa yang digunakan oleh
desainer kepada si pelaksana dilapangan, dengan menggunakan standar-standar
internasional dan harus dipahami oleh kedua belah pihak.
1. Fungsi gambar kerja
Fungsi yang terpenting dari bahasa maupun gambar
adalah sebagai penerus informasi. Gambar bagaimanapun juga merupakan bahasa
teknik, oleh karenanya diharapkan bahwa gambar harus meneruskan
keterangan-keterangan secara tepat dan objektif. Dengan semakin majunya bidang
teknik, maka gambar kerja memegang peran yang sangat penting.
Fungsi gambar teknik dapat digolongkan menjadi tiga
golongan, sebagai berikut :
a.
Penyampaian Informasi
Pada awal perkembangannya, perencanaan dan pembuatan
produkproduk teknik dilakukan oleh orang yang sama sehingga gambar teknik tidak
diperlukan. Dengan semakin berkembangnya industri/ teknologi, perencanaan dan
pembuatan tidak lagi dilakukan oleh orang yang sama. Oleh karena itu, gambar
mempunyai tugas meneruskan maksud dari perancangan dengan tepat kepada
orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuat, pemeriksa,
perakit, dan sebagainya. Orang tersebut bisa saja dalam pabrik itu sendiri,
orang pabrik subkontrak bahkan dari negara lain yang berbeda bahasanya. Karena
itu, standar gambar diperlukan, yang mana akan dapat mengatur cara penyampaian
informasi melalui gambar yang dijadikan alat komunikasi seperti halnya bahasa
lisan atu tulisan.
b.
Pengawet, penyimpan, dan pengguna keterangan
Gambar merupakan dokumen yang sangat berharga dalam
suatu industri, dimana data teknis yang ada dipadatkan dan dikumpulkan. Oleh
karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk diteruskan ke bagian lain tetapi
juga disimpan untuk digunakan sebagai bahan informasi untuk perencanaan di
kemudian hari. Untuk itu diperlukan cara penyimpanan dengan kodifikasi menurut
urutan gambar dan sebagainya. Karena ruang untuk menyimpan gambar memerlukan
ruang yang cukup luas, diperlukan cara penyimpanan gambar yang baik dan
efisien, salah satunya adalah dengan cara menggunakan film mikro.
c.
Cara-cara pemikiran dalam penyampaian informasi
Rencana adalah kemampuan untuk menggabungkan ide-ide,
prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sumber daya dan sering kali produk yang ada,
menjadi sebuah pemecahan untuk suatu permasalahan. Kemampuan memecahkan
permasalahan dalam pembuatan rencana adalah hasil dari pendekatan yang
terorganisir dan teratur yang dikenal sebagai proses pembuatan rencana.
2. Sasaran dalam membuat gambar
Ketentuan-ketentuan gambar dibuat atas dasar
kesepakatan bersama antaraorang-orang yang terlibat di dalamnya. Kesepakatan
itu selanjutnya dijadikanstandar dalam lingkup perusahaan disebut standar
perusahaan, untuk lingkupnegara disebut standar nasional, lebih luas lagi untuk
kepentingan antaindustri secara internasional digunakan standar internasional.
Untuk mencapai sasarannya dalam menggambar perlu diperhatikan
hal-hasebagai berikut :
a. Ketepatan (accuracy)
Tidak ada gamabr dengan kegunaan maksimal jika gambar
tersebut tidak tepat. Pembuatan rencana tidak akan mencapai keberhasilan dalam
profesinya jika tidak mempunyai kebiasaan tentang ketepatan.
b. Kecepatan (speed)
Waktu adalah uang dalam industri, dan tidak akan ada
permintaan untuk juru gambar atau perencanaan yang lamban. Bagaimanapun
kecepatan tidak dapat dicapai dengan ketergesaan, kecepatan adalah suatu hasil
sampingan yang tidak terlihat dari kecerdasan dan pekerjaan berkelanjutan atau
kecepatan adalah hasil dari praktek dan berkelanjutan.
c. Keterbacaan (legibility)
Harus diingat bahwa gambar adalah alat berkomunikasi
dengan orang lain, dan bahwa gambar harus jelas dan dapat dibaca untuk mencapai
tujuannya dengan lancar. Perhatian harus diberikan kepada hal-hal kecil,
terutama kepada penulisan huruf.
d. Kebersihan (neatness)
Jika sebuah gambar harus tepat dan dapat dibaca,
gambar harus bersih. Gambar yang tidak bersih adalah hasil dari cara yang tidak
rapi dan tidak hati-hati dan tidak akan diterima oleh instruktur atau pemberi
kerja.
3. Standar gambar
Standarisasi gambar berarti penyesuaian atau pembakuan
cara membuat serta membaca gambar dengan berpedoman pada standar gambar yang
telah ditetapkan. Apabila dalam satu lingkungan kerja teknik yaitu, antara yang
membuat gambar dan yang membacanya menggunakan standar gambar teknik yang sama
berarti di lingkungan tersebut sudah menerapkanstandarisasi gambar teknik.
a. Fungsi standarisasi gambar
Fungsi-fungsi dari standarisasi gambar teknik, sebagai
berikut.
1)
Memberikan kepastian sesuai atau sesuai kepada
pembuat dan pembaca gambar dalam menggunakan aturan-aturan gambar menurut
standar.
2)
Menyeragamkan penafsiran terhadap cara-cara
penunjukan dan penggunaan simbol-simbol yang dinyatakan dalam gambar sesuai
penafsiran menurut standar.
3)
Memudahkan komunikasi teknis antara perancang /
pembuat gambar dengan pengguna gambar.
4)
Memudahkan kerjasama antara perusahaan-perusahaan
dalam memproduksi benda-benda teknik dalam jumlah banyak (produksi massal) yang
harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.
5)
Memperlancar produksi dan pemasaran suku cadang
alat-alat industri.
b. Standarisasi yang berlaku
Beberapa negara industri maju telah membuat
standarisasi industri di negaranya. Adapun standarisasi di beberapa negara di
dunia yang telah banyak dikenal antara lain :
1) ANSI (American National Standard Institute) di
Amerika.
2) DIN (Deutsche Industrie Normen) di Jerman.
3) JIS (Japanese Industrial Standard) di Jepang.
4) NNI (Nederland Normalisatie Instituut) di Belanda.
5) Indonesia saat ini sudah mempunyai stanadarisasi
industri, yaitu SNI
(Standar
Nasional Indonesia).
6)
ISO (International Organization of Standardization)
4. Tujuan gambar
Penyampaian informasi tidak hanya dapat dilakukan secara
lisan tetapi juga bisa melalui gambar. Komunikasi secara lisan memiliki
keterbatasan dalam menjelaskan sebuah bentuk. Walaupun pemberi informasi
memiliki kemampuan menjelaskan yang baik, namun penerima informasi belum tentu
memiliki gambaran yang sama. Oleh karena itu, media gambar dapat dijadikan
salah satu sarana penyampaian informasi.
Adapun tujuan
dari pembuatan gambar teknik, sebagai berikut.
a.
Internasional
gambar
Peraturan gambar
dimulai dengan persetujuan bersama antara orang-orang bersangkutan kemudian
menjadi bentuk standar perusahaan. Bersama dengan meluasnya dunia usaha,
keperluan standar perdagangan dan standar nasional meningkat. Belakangan ini,
peningkatan pembagian kerja secara internasional, pengenalan dengan teknologi
asing, telah mengharuskan internasionalisasi standar gambar.
b.
Mempopulerkan
gambar
Akibat
perkembangan teknologi yang begitu pesat, golongan yang harus membaca dan
mempergunakan gambar meningkat jumlahnya, sehingga diperlukan mempopulerkan
gambar. Untuk itu gambar yang dibuat harus jelas dan mudah dipahami, harus
sesuai dengan peraturan-peraturan dan standar yang eksplisit.
c.
Perumusan
gambar
Hubungan yang
erat antara bidang-bidang industri, dengan kemajuan teknolginya, tidak
memungkinkan menyelesaikan suatu proyek dari satu bidang saja secara bebas.
Dengan tujuan ini, masing-masing bidang akan mencoba untuk mempersatukan dan
mengidentifikasi standar-standar gambar agar lebih mudah untuk menyelesaikan
proyek. Misalnya bidang industri permesinan, struktur bangunan, perumahan atau
arsitektur, perkapalan dan lain-lain.
d.
Sistematika
gambar
Gambar kerja
terdapat isi gambar yang menyajikan banyak perbedaan-perbedaan, tidak hanya
dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda toleransi ukuran,
toleransi bentuk, dan keadaan permukaan. Dilain
pihak, bersamaan dengan sistematika, pentingnya gambar dengan lambang
grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas
sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai bidang industri. Pada
keadaan-keadaan tersebut, jangkauan yang berkembang dan isigambar sangat
memperkuat susunan dan konsolidasi sistem standar gambar.
e.
Penyederhanaan
gambar
Penghematan
tenaga kerja dalam menggambar adalah hal penting, tidak hanya untuk
mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana. Oleh karena
itu penyederhanaan gambar menjadi masalah penting untuk menghemat tenaga
menggambar.
f.
Modernisasi
gambar
Bersamaan dengan
kemajuan teknologi, stanadr gambar juga semakin berkembang. Cara-cara baru
(modern) yang telah dikembangkan misalnya pembuatan film mikro, berbagai macam
mesin gambar otomatis dengan komputer, perencanaan dengan bantuan komputer (CAD
Computer Aided Design), dan lain
sebagainya.
5. Sifat-sifat gambar
Penyampaian ide, pemikiran atau rencana dari suatu
konstruksi kerja kepada orang lain disebut dengan gambar teknik. Bila benda
kerja yang diinformasikan disajikan dalam bentuk sederhana maka ide atau
konstruksi benda tersebut akan mudah dipahami. Namun, bagaimana bila
konstruksinya ternyata rumit ? untuk memudahkan hal tersebut dibutuhkan suatu
standar (ketetapan) sehingga setiap orang yang membuat atau membaca gambar teknik
memiliki persepsi yang sama. Aturan gambar dibuat atas persetujuan bersama
antara orang-orang yang bersangkutan. Peraturan tersebut dijadikan acuan
dilingkup mana orang bekerja.
Adapun sifat-sifat yang terdapat dalam gambar teknik,
sebagai berikut :
a. Kepastian
gambar
Sejarah perkembangan gambar adalah identik dengan
mengejar kepastian. Akhir-akhir ini menjadi sulit untuk menambah ketidaksempurnaan
gambar dengan konsultasi antara perancang dan karyawan teknik, atau rapat-rapat
teknik, karena terdapat pembagian produk, pemeriksaan dan perakitan, serta
jumlah subkontraktor yang banyak. Dalam hal kerjasama internasional, kepastian
gambar merupakan hal yang diinginkan. Lambang-lambang lebih banyak dipergunakan
daripada bahasa dan pengertiannya harus seragam secara
internasional. Persyaratan produk menjadi makin tinggi. Dilain pihak isi gambar
harus selalu pasti. Persyaratan-persyaratan ini seringkali berlawanan dengan kenyataannya.
Pengertian kepastian mengandung banyak arti. Pertama,
kemajuan pesat teknologi pembuatan gambar yang sederhana dan penyederhanaannya saling
berlawanan. Kedua, suatu keinginan untuk menyajikan isinya dengan tepat, dalam
mengejar kepastian, mungkin adalah penyebab dari pengertian yang tidak
meragukan. Oleh karena itu dalam membuat standar, hal yang penting adalah
sampai sejauh mana kepastian tersebut dapat dikompromikan, dengan ketentuan
kondisi optimal dari standar harus ditetapkan.
b. Hubungan
antara fungsi dan sifat gambar
Sebuah fungsi dipengaruhi oleh beberapa sifat. Di
antara fungsi-fungsi gambar, penyampaian informasi merupakan yang terpenting,
dan dipengaruhi oleh banyak sifat. Oleh karena itu, sifat penyampaian informasi
tersebut harus diutamakan daripada yang lain. Penyederhanaan dan pengurangan
tenaga untuk menggambar diharapkan menjadi yang paling penting untuk gambar
perancang yang berfungsi untuk mempersiapkan informasi. Penyederhanaan gambar
dan pengurangan
tenaga untuk menggambar mungkin akan menyebabkan
ketidaksempurnaan gambar atau akan mengganggu kesederhanaannya. Dengan kata
lain, gambar yang dipakai oleh orang lain harus dipersiapkan dan informasi yang
jelas harus disampaikan.
Sifat dan pengembangan standar gambar Standar gambar
yang telah berjalan dalam arah kemajuan, untuk mempertahankan kepastian dan
spesialisasi dalam tiap bidang, dan dalam arah standar perusahaan dan standar
perdagangan ke standar nasional. Dalam kondisi seperti teknologi yang sudah
tinggi, masyarakat yang sudah sama rata dan internasional, standar gambar
diperlukan untuk mengambil langkah kesederhanaan, kesamarataan, dan
internasionalisasi. Disamping itu juga diperlukan dan perkembangan kesistemisasi,
modernisasi, dan penyederhanaan. Dalam banyak hal, sifat gambar dan
perkembangan standar saling bertentangan. Dalam membentuk standar, yang
terpenting adalah menemukan kondisi optimal dari keadaan teknologi modern dan antara
bermacam-macam kondisi tersebut, yang bertentangan satu sama lain.
6. Peralatan yang digunakan untuk menggambar
Sejak dahulu para penemu menjadikan gambar sebagai
salah satu media untuk mewujudkan berbagai ide menjadi sebuah produk nyata.
Sampai saat ini, gambar masih menjadi media yang efektif dalam menuangkan ide
untuk diproses menjadi sebuah produk. Berbagai jenis bangunan seperti rumah, pabrik,
jembatan, dan rumah kaca didesain melalui media gambar sebelum dibuat. Begitu
pula dengan aneka alat transportasi seperti sepeda motor, mobil, kereta,
pesawat, dan lain-lain. Sebelum adanya komputer, perancangan sebuah produk dikerjakan secara
manual. Dengan menguasai menggambar secara manual, akan dapat menggambar
dimanapun tanpa harus terkendala dengan fasilitas atau media yang digunakan.
Adapun peralatan perlengkapan yang digunakan untuk membuat gambar teknik, antara
lain kertas gambar, rauran, penghapus, penggaris, mal radius, jangka gambar, mal gambar, penyiku, rapido, papan,
dan meja gambar.
7. Kriteria membuat gambar kerja dalam
pembuatan prototipe
Pembuatan gambar kerja adalah salah satu langkah penting
dalam pembuatan prototipe. Selanjutnya, gambar kerja ini akan menjadi acuan visual
dalam pembuatan prototipe. Gambar kerja harus tergantung dari ide yang dimiliki.
Bentuk gambar kerja juga harus sesuai dengan anggaran dan dana yang dimiliki.
Selain itu, usahakan untuk membuat gambar kerja dengan biaya yang minimal dapat
menjadi prototipe yang efektif.
Comments
Post a Comment