Pentingnya kemasan produk

Pentingnya kemasan produk Cuaca saat ini memang sulit diprediksi, sebentar panas, sebentar hujan, sebentar panas lagi terus hujan lagi... hujan ko sebentar – sebentar. heehee Apalagi kalau hujannya di malam hari,, yang ada malah tambah suasana jadi dingin sampai ke tulang. Heehee Apa yang terlintas dipikiran kita saat itu... ?? Tidur pakai selimut tebal. Makan mie instan ,,,,, ??   kenapa mie instan ?? Alasannya yah karena tanggal Tua. Hehe Atau pilih yang lebih minim budget,, misal minum teh hangat, susu, Kopi,, atau kopi susu di teras rumah... Atau pilih minum teh / kopi ditemani cemilan (makanan ringan) sambil pakai selimut ..... Hehehe Berbicara   makan ringan, produk yang satu ini memang salah satu teman setia bagi orang yang sedang menunda makan berat, atau menjadi hidangan saat kumpul-kumpul dengan teman atau saudara. Namun pernahkah kita memperhatikan dari sekian banyaknya produk makanan ringan ini, ternyata banyak jenis yang serupa, yang membedakan...

Gambar Kerja/ Alur Kerja Pembuatan Prototype Produk

 Gambar Kerja/ Alur Kerja Pembuatan Prototipe Produk

Sebuah produk akan sulit dijelaskan kepada orang lain dengan kata-kata. Untuk mempermudah, maka gambar dapat digunakan sebagai alat untuk maksud tersebut. Oleh karena itu, gambar sering juga disebut sebagai bahasa teknik.

Menurut Suratman, gambar kerja adalah suatu teknik penggambaran yang digunakan untuk menjelaskan secara gambalang persyaratan item yang direkayasa, aktivitas menggambar mesin menghasilkan dokumen gambar yang berfungsi sebagai bahasa atau media untuk menyampaikan ide, gagasan, atau informasi dari para insinyur yang mendesain suatu produk kepada para pekerja yang akan membuatnya. Adapun menurut Sujiyanto, gambar kerja adalah

komunikasi utama antara si pembuat gambar atau ide dengan si pelaksana dilapangan, dan gambar harus dipahami oleh kedua belah pihak. Menurut Ir. Ohan Juhana, gambar teknik adalah gambar yang menitik beratkan pada penyampaian maksud dari pembuat gambar secara objektif, gambar jenis ini menggunakan simbol-simbol yang dapat diterima secara internasional. Simbol  tersebut sudah dirangkum dalam sebuah standar yang dapat diterima di seluruh dunia, yaitu standar ISO. Selain itu ada juga standar lain yang dikeluarkan oleh suatu negara. Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan gambar kerja adalah suatu basa yang digunakan oleh desainer kepada si pelaksana dilapangan, dengan menggunakan standar-standar internasional dan harus dipahami oleh kedua belah pihak.

1.    Fungsi gambar kerja

Fungsi yang terpenting dari bahasa maupun gambar adalah sebagai penerus informasi. Gambar bagaimanapun juga merupakan bahasa teknik, oleh karenanya diharapkan bahwa gambar harus meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan objektif. Dengan semakin majunya bidang teknik, maka gambar kerja memegang peran yang sangat penting.

Fungsi gambar teknik dapat digolongkan menjadi tiga golongan, sebagai berikut :

a.   Penyampaian Informasi

Pada awal perkembangannya, perencanaan dan pembuatan produkproduk teknik dilakukan oleh orang yang sama sehingga gambar teknik tidak diperlukan. Dengan semakin berkembangnya industri/ teknologi, perencanaan dan pembuatan tidak lagi dilakukan oleh orang yang sama. Oleh karena itu, gambar mempunyai tugas meneruskan maksud dari perancangan dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuat, pemeriksa, perakit, dan sebagainya. Orang tersebut bisa saja dalam pabrik itu sendiri, orang pabrik subkontrak bahkan dari negara lain yang berbeda bahasanya. Karena itu, standar gambar diperlukan, yang mana akan dapat mengatur cara penyampaian informasi melalui gambar yang dijadikan alat komunikasi seperti halnya bahasa lisan atu tulisan.

b.   Pengawet, penyimpan, dan pengguna keterangan

Gambar merupakan dokumen yang sangat berharga dalam suatu industri, dimana data teknis yang ada dipadatkan dan dikumpulkan. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk diteruskan ke bagian lain tetapi juga disimpan untuk digunakan sebagai bahan informasi untuk perencanaan di kemudian hari. Untuk itu diperlukan cara penyimpanan dengan kodifikasi menurut urutan gambar dan sebagainya. Karena ruang untuk menyimpan gambar memerlukan ruang yang cukup luas, diperlukan cara penyimpanan gambar yang baik dan efisien, salah satunya adalah dengan cara menggunakan film mikro.

c.   Cara-cara pemikiran dalam penyampaian informasi

Rencana adalah kemampuan untuk menggabungkan ide-ide, prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sumber daya dan sering kali produk yang ada, menjadi sebuah pemecahan untuk suatu permasalahan. Kemampuan memecahkan permasalahan dalam pembuatan rencana adalah hasil dari pendekatan yang terorganisir dan teratur yang dikenal sebagai proses pembuatan rencana.

2.    Sasaran dalam membuat gambar

Ketentuan-ketentuan gambar dibuat atas dasar kesepakatan bersama antaraorang-orang yang terlibat di dalamnya. Kesepakatan itu selanjutnya dijadikanstandar dalam lingkup perusahaan disebut standar perusahaan, untuk lingkupnegara disebut standar nasional, lebih luas lagi untuk kepentingan antaindustri secara internasional digunakan standar internasional.

Untuk mencapai sasarannya dalam menggambar perlu diperhatikan hal-hasebagai berikut :

a. Ketepatan (accuracy)

Tidak ada gamabr dengan kegunaan maksimal jika gambar tersebut tidak tepat. Pembuatan rencana tidak akan mencapai keberhasilan dalam profesinya jika tidak mempunyai kebiasaan tentang ketepatan.

b. Kecepatan (speed)

Waktu adalah uang dalam industri, dan tidak akan ada permintaan untuk juru gambar atau perencanaan yang lamban. Bagaimanapun kecepatan tidak dapat dicapai dengan ketergesaan, kecepatan adalah suatu hasil sampingan yang tidak terlihat dari kecerdasan dan pekerjaan berkelanjutan atau kecepatan adalah hasil dari praktek dan berkelanjutan.

c. Keterbacaan (legibility)

Harus diingat bahwa gambar adalah alat berkomunikasi dengan orang lain, dan bahwa gambar harus jelas dan dapat dibaca untuk mencapai tujuannya dengan lancar. Perhatian harus diberikan kepada hal-hal kecil, terutama kepada penulisan huruf.

d. Kebersihan (neatness)

Jika sebuah gambar harus tepat dan dapat dibaca, gambar harus bersih. Gambar yang tidak bersih adalah hasil dari cara yang tidak rapi dan tidak hati-hati dan tidak akan diterima oleh instruktur atau pemberi kerja.

3.    Standar gambar

Standarisasi gambar berarti penyesuaian atau pembakuan cara membuat serta membaca gambar dengan berpedoman pada standar gambar yang telah ditetapkan. Apabila dalam satu lingkungan kerja teknik yaitu, antara yang membuat gambar dan yang membacanya menggunakan standar gambar teknik yang sama berarti di lingkungan tersebut sudah menerapkanstandarisasi gambar teknik.

a. Fungsi standarisasi gambar

Fungsi-fungsi dari standarisasi gambar teknik, sebagai berikut.

1)   Memberikan kepastian sesuai atau sesuai kepada pembuat dan pembaca gambar dalam menggunakan aturan-aturan gambar menurut standar.

2)   Menyeragamkan penafsiran terhadap cara-cara penunjukan dan penggunaan simbol-simbol yang dinyatakan dalam gambar sesuai penafsiran menurut standar.

3)   Memudahkan komunikasi teknis antara perancang / pembuat gambar dengan pengguna gambar.

4)   Memudahkan kerjasama antara perusahaan-perusahaan dalam memproduksi benda-benda teknik dalam jumlah banyak (produksi massal) yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

5)   Memperlancar produksi dan pemasaran suku cadang alat-alat industri.

b. Standarisasi yang berlaku

Beberapa negara industri maju telah membuat standarisasi industri di negaranya. Adapun standarisasi di beberapa negara di dunia yang telah banyak dikenal antara lain :

1) ANSI (American National Standard Institute) di Amerika.

2) DIN (Deutsche Industrie Normen) di Jerman.

3) JIS (Japanese Industrial Standard) di Jepang.

4) NNI (Nederland Normalisatie Instituut) di Belanda.

5) Indonesia saat ini sudah mempunyai stanadarisasi industri, yaitu SNI

   (Standar Nasional Indonesia).

6)   ISO (International Organization of Standardization)

4.    Tujuan gambar

Penyampaian informasi tidak hanya dapat dilakukan secara lisan tetapi juga bisa melalui gambar. Komunikasi secara lisan memiliki keterbatasan dalam menjelaskan sebuah bentuk. Walaupun pemberi informasi memiliki kemampuan menjelaskan yang baik, namun penerima informasi belum tentu memiliki gambaran yang sama. Oleh karena itu, media gambar dapat dijadikan salah satu sarana penyampaian informasi.

Adapun tujuan dari pembuatan gambar teknik, sebagai berikut.

a.    Internasional gambar

Peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara orang-orang bersangkutan kemudian menjadi bentuk standar perusahaan. Bersama dengan meluasnya dunia usaha, keperluan standar perdagangan dan standar nasional meningkat. Belakangan ini, peningkatan pembagian kerja secara internasional, pengenalan dengan teknologi asing, telah mengharuskan internasionalisasi standar gambar.

b.    Mempopulerkan gambar

Akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat, golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar meningkat jumlahnya, sehingga diperlukan mempopulerkan gambar. Untuk itu gambar yang dibuat harus jelas dan mudah dipahami, harus sesuai dengan peraturan-peraturan dan standar yang eksplisit.

c.     Perumusan gambar

Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri, dengan kemajuan teknolginya, tidak memungkinkan menyelesaikan suatu proyek dari satu bidang saja secara bebas. Dengan tujuan ini, masing-masing bidang akan mencoba untuk mempersatukan dan mengidentifikasi standar-standar gambar agar lebih mudah untuk menyelesaikan proyek. Misalnya bidang industri permesinan, struktur bangunan, perumahan atau arsitektur, perkapalan dan lain-lain.

d.    Sistematika gambar

Gambar kerja terdapat isi gambar yang menyajikan banyak perbedaan-perbedaan, tidak hanya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk, dan keadaan permukaan. Dilain  pihak, bersamaan dengan sistematika, pentingnya gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai bidang industri. Pada keadaan-keadaan tersebut, jangkauan yang berkembang dan isigambar sangat memperkuat susunan dan konsolidasi sistem standar gambar.

e.    Penyederhanaan gambar

Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah hal penting, tidak hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana. Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalah penting untuk menghemat tenaga menggambar.

f.     Modernisasi gambar

Bersamaan dengan kemajuan teknologi, stanadr gambar juga semakin berkembang. Cara-cara baru (modern) yang telah dikembangkan misalnya pembuatan film mikro, berbagai macam mesin gambar otomatis dengan komputer, perencanaan dengan bantuan komputer (CAD Computer Aided Design), dan lain sebagainya.

5.    Sifat-sifat gambar

Penyampaian ide, pemikiran atau rencana dari suatu konstruksi kerja kepada orang lain disebut dengan gambar teknik. Bila benda kerja yang diinformasikan disajikan dalam bentuk sederhana maka ide atau konstruksi benda tersebut akan mudah dipahami. Namun, bagaimana bila konstruksinya ternyata rumit ? untuk memudahkan hal tersebut dibutuhkan suatu standar (ketetapan) sehingga setiap orang yang membuat atau membaca gambar teknik memiliki persepsi yang sama. Aturan gambar dibuat atas persetujuan bersama antara orang-orang yang bersangkutan. Peraturan tersebut dijadikan acuan dilingkup mana orang bekerja.

Adapun sifat-sifat yang terdapat dalam gambar teknik, sebagai berikut :

a. Kepastian gambar

Sejarah perkembangan gambar adalah identik dengan mengejar kepastian. Akhir-akhir ini menjadi sulit untuk menambah ketidaksempurnaan gambar dengan konsultasi antara perancang dan karyawan teknik, atau rapat-rapat teknik, karena terdapat pembagian produk, pemeriksaan dan perakitan, serta jumlah subkontraktor yang banyak. Dalam hal kerjasama internasional, kepastian gambar merupakan hal yang diinginkan. Lambang-lambang lebih banyak dipergunakan

daripada bahasa dan pengertiannya harus seragam secara internasional. Persyaratan produk menjadi makin tinggi. Dilain pihak isi gambar harus selalu pasti. Persyaratan-persyaratan ini seringkali berlawanan dengan kenyataannya.

Pengertian kepastian mengandung banyak arti. Pertama, kemajuan pesat teknologi pembuatan gambar yang sederhana dan penyederhanaannya saling berlawanan. Kedua, suatu keinginan untuk menyajikan isinya dengan tepat, dalam mengejar kepastian, mungkin adalah penyebab dari pengertian yang tidak meragukan. Oleh karena itu dalam membuat standar, hal yang penting adalah sampai sejauh mana kepastian tersebut dapat dikompromikan, dengan ketentuan kondisi optimal dari standar harus ditetapkan.

b. Hubungan antara fungsi dan sifat gambar

Sebuah fungsi dipengaruhi oleh beberapa sifat. Di antara fungsi-fungsi gambar, penyampaian informasi merupakan yang terpenting, dan dipengaruhi oleh banyak sifat. Oleh karena itu, sifat penyampaian informasi tersebut harus diutamakan daripada yang lain. Penyederhanaan dan pengurangan tenaga untuk menggambar diharapkan menjadi yang paling penting untuk gambar perancang yang berfungsi untuk mempersiapkan informasi. Penyederhanaan gambar dan pengurangan

tenaga untuk menggambar mungkin akan menyebabkan ketidaksempurnaan gambar atau akan mengganggu kesederhanaannya. Dengan kata lain, gambar yang dipakai oleh orang lain harus dipersiapkan dan informasi yang jelas harus disampaikan.

Sifat dan pengembangan standar gambar Standar gambar yang telah berjalan dalam arah kemajuan, untuk mempertahankan kepastian dan spesialisasi dalam tiap bidang, dan dalam arah standar perusahaan dan standar perdagangan ke standar nasional. Dalam kondisi seperti teknologi yang sudah tinggi, masyarakat yang sudah sama rata dan internasional, standar gambar diperlukan untuk mengambil langkah kesederhanaan, kesamarataan, dan internasionalisasi. Disamping itu juga diperlukan dan perkembangan kesistemisasi, modernisasi, dan penyederhanaan. Dalam banyak hal, sifat gambar dan perkembangan standar saling bertentangan. Dalam membentuk standar, yang terpenting adalah menemukan kondisi optimal dari keadaan teknologi modern dan antara bermacam-macam kondisi tersebut, yang bertentangan satu sama lain.

 

6.    Peralatan yang digunakan untuk menggambar

Sejak dahulu para penemu menjadikan gambar sebagai salah satu media untuk mewujudkan berbagai ide menjadi sebuah produk nyata. Sampai saat ini, gambar masih menjadi media yang efektif dalam menuangkan ide untuk diproses menjadi sebuah produk. Berbagai jenis bangunan seperti rumah, pabrik, jembatan, dan rumah kaca didesain melalui media gambar sebelum dibuat. Begitu pula dengan aneka alat transportasi seperti sepeda motor, mobil, kereta, pesawat, dan lain-lain. Sebelum adanya komputer,  perancangan sebuah produk dikerjakan secara manual. Dengan menguasai menggambar secara manual, akan dapat menggambar dimanapun tanpa harus terkendala dengan fasilitas atau media yang digunakan. Adapun peralatan perlengkapan yang digunakan untuk membuat gambar teknik, antara lain kertas gambar, rauran, penghapus, penggaris, mal radius, jangka gambar, mal gambar, penyiku, rapido, papan, dan meja gambar.

7.    Kriteria membuat gambar kerja dalam pembuatan prototipe

Pembuatan gambar kerja adalah salah satu langkah penting dalam pembuatan prototipe. Selanjutnya, gambar kerja ini akan menjadi acuan visual dalam pembuatan prototipe. Gambar kerja harus tergantung dari ide yang dimiliki. Bentuk gambar kerja juga harus sesuai dengan anggaran dan dana yang dimiliki. Selain itu, usahakan untuk membuat gambar kerja dengan biaya yang minimal dapat menjadi prototipe yang efektif.

Comments

Popular posts from this blog

Cara membuat desain kemasan Box makanan menggunakan Corel Draw X7

Membuat Kemasan Produk

Ikuti